Ada dikotomi yang salah antara "anak teknik" dan "penulis". Bagi saya, menulis novel seperti 10 Tahun untuk Mengubah Segalanya adalah bentuk lain dari coding—keduanya menyusun struktur untuk menciptakan sesuatu yang hidup.
Struktur dan Plot: Membangun alur cerita membutuhkan logika yang sama dengan membangun algoritma. Setiap aksi karakter harus memiliki sebab-akibat yang konsisten, mirip dengan logika If-Else dalam pemrograman.
Menyampaikan Data Lewat Rasa: Orang mungkin bosan membaca data kenaikan suhu global. Namun, melalui cerita fiksi tentang seorang anak yang kehilangan hutan kesayangannya, pesan advokasi akan lebih mudah meresap ke dalam hati pembaca.
Literasi sebagai Senjata: Menulis adalah cara saya beradvokasi saat sedang tidak berada di lapangan. Melalui platform digital (seperti TikTok Lumirisa), pesan lingkungan bisa menjangkau ribuan orang dalam hitungan detik.
Logika IT memberi saya kekuatan analisis, namun penulisan kreatif memberi saya cara untuk menyebarkan empati.
0 comments:
Posting Komentar